Halaman

Tuesday, October 29, 2013

Taman Bunga Kami di Negeri Rantauan

Melihat kalian pertama kali waktu itu, aku terkesima pada wajah-wajah sendu,  yang penuh semangat menuntut ilmu, menyerap segala ucap dan penatku, nan menyisakan hati bersimbah peluh..
Bukan berpeluh karena lelah, tapi beban rasa haru penuh gairah, karena menyebak rasa yang tertumpah…  ya, jiwaku seolah berseru; inilah dia petualanganku di negeri yang baru..

Selalu ada cerita kita bersama sesudah itu, tentang masalah, tentang harapan, tentang cita-cita, tentang kehidupan..  

Saturday, October 26, 2013

Sekolah Sempurna untuk Anak Kita

Dulu, banyak tipe orangtua yang merasa sekolah adalah nomor dua, yang penting anak berakhlak mulia, bisa mengaji dan dapat bekerja di ladang, atau mengurus dapur bagi perempuan. Ada juga orangtua dulu yang menyekolahkan anaknya dengan setinggi-tingginya penghargaan, sehingga tidak dipusingkan pula dengan aneka sistem persekolahan, yang penting muliakan para guru, cari berkahnya selalu. Atau ada pula orangtua seperti babehnya si doel, menyekolahkan anak  untuk menuntut ilmu agar kelak jadi insinyur, sehingga bisa memperbaiki nasib keluarga dan kampung leluhur.

Untuk orangtua masa kini, sekolah untuk anak adalah bagian dari gaya hidup. Kini, banyak sekolah

Suratku padamu ; 26 Juni 2012

Kau hadir saat sebagian dari jiwaku  merasa hampa. Dan kau telah mengisi ruang kehampaan itu, dengan semangat al Qur'an.

Kau bukan pria tampan seperti model majalah terkemuka, tapi aku adalah gadis kampung berwajah biasa, yang memandang penampilanmu dengan bangga. Dalam diammu ku tahu Kau berfikir sesuatu, membuatku selalu menunggu-nunggu kalimat yang jitu. Dalam senyummu ada matahari, membuatku tak berhenti mencari-cari.  Dalam tegak berdirimu tersimpan kekuatan, yang membuatku merasa aman. 

Wednesday, October 23, 2013

Bukan Sekedar ‘Qurban’ Perasaan


Hiasan dan Pemaknaan
Syari’atnya, berqurban adalah menyembelih hewan qurban yang memenuhi syarat-syarat sebagaimana tertuang dalam al qur’an dan hadits rasulullah saw.
"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari'atkan penyembelihan Qurban supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Rabb-MU adalah Allah yang satu karena itu berserah dirilah kamu kepada-NYA. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh." (Qs. Al-Hajj (22): 34)
Dari Aisyah ra sesungguhnya Nabi Saw bersabda: "Bahwa tidak ada amalan manusia pada hari raya adha yang lebih dicintai Allah SWT, selain mengalirkan darah hewan (maksudnya : menyembelih hewan qurban)" (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi)
Maka, bila datang waktunya, hal itulah yang kita persiapkan, yakni berqurban secara materi, menyembelih hewan qurban.
Soal pemaknaan, hikmah pengorbanan, filosofi atau apapun namanya dalam menafsirkan qurban, itu adalah sebagai rangkaian hiasan yang menjadikan ibadah terasa lebih indah dan berarti, itu saja.
Begitu sederhana.

Monday, August 26, 2013

puisi pahlawan

Tegar

Tegarlah laksana karang
kan kau hadapi tetes air atau gelombang
karena hatimu bagai bahtera
terombang ambing lautan badai

Jujurlah sebagai kesatria
kan kau sumpahi penipu dan pengkhianat
karena lidahmu seumpama pedang
menjagamu atau membelahmu

Lembutlah seperti sang kekasih
kan kau sayangi yang lemah lagi papa
karena tanganmu bak perisai
melindungi orang-orang teraniaya

kini, cerialah serupa kanak-kanak
kan kau mainkan kelak mimpi-mimpi hari ini
karena doaku sederas sungai
menghantarmu dewasa melintas masa



depok, 18 januari 2009
untuk Wafi yang lagi sering cemberut..

Meninjau Ulang Cara Kita Berfikir

Pernah dengan bangga, saya melihat skripsi saya, dapat nilai A, ditambah pula mendapat ucapan selamat dari dosen dan teman. Artinya apa? saya lulus menjadi orang yang telah mampu memahami dan menerapkan teknik berfikir ilmiah, sebuah teknik berfikir yang mengandalkan logika, dari premis-premis yang terukur kebenarannya untuk dianalisis dan sampai kepada ksimpulan hipotesis yang bisa dipertahankan secara ilmiah, sebuah standar yang penting dalam ukuran mutu lulusan seorang sarjana, setidaknya pada zaman saya waktu itu.

Namun saya perhatikan, sampai kini pun, anak-anak dari tingkatan sekolah yang paling dasar juga belajar, lebih  tepatnya diajarkan untuk menggunakan teknik berpikir secara ilmiah, mengandalakan logika dalam menyingkap berbagai data dan fakta dari ilmu yang diajarkan. Lulusan yang mendapat nilai bagus adalah mereka yang terampil menggunakan teknik berpikir logis sistematis dan ilmiah seperti ini. Kecerdasan berpikir ini menumpu pada daya kritis terhadap berbagai hal, pandai mencari kekurangan dan kesalahan terhadap suatu sitem atau ide dan terampil dalam menetapkan alasan dan faktor yang memiliki hubungan terkait hal-hal yang menjadi objek pmikiran.

Melihat hal tersebut, patut kiranya, kesuksesan yang luar biasa akhirnya justru banyak diraih mereka-mereka yang DO dari kampusnya, atau bahkan tidak mengenyam sekolah tinggi. Mengapa? karena kesuksesan itu lebih dekat kepada orang-orang yang lebih kreatif dalam mengelola pikirannya. Dunia ini berubah, dan memerlukan perubahan, dan yang memiliki persepsi tanpa batas terhadap perubahan,justru dapat menyambut setiap perubahan dengan kreatifitas yang mensukseskan hidupnya.

De Bono, seorang Psikolog mengemukakan bahwa mengutamakan berfikir secara vertikal, logik dan kritik seperti umumnya diajarkan dalam metode ilmiah, ibarat hanya mengutamakan satu helai bulu pada penggunaan sikat. Mengapa? karena ada teknik berfikir lain yang perlu dipakai. Kecerdasan bukan dilihat dari logisnya seseorang, tapi dari bagaimana kebijaksanaannya mendasari logikanya. Maka, banyak orang-orang yang pintar, tapi sulit diajak berpikir secara lateral, secara lebih menyeluruh, dan bijaksana., karena pikirannya terantuk pada cara yang itu-itu saja. Dengan kata lain, tidak kreatif dalam berfikir.

Umumnya segala ide yang muncul, menjadi tantangan bagi para pemikir jenis lulusan sekolah untuk dicari kekurangan-kekurangannya, ini kebiasaan pikiran analitik yang dipakai selama sekolah. Semntara, Debono menawarkan cara berfikir lateral, untuk lebih terbuka terhadap ide (walaupun secara sadar ide itu banyak kekurangan, bahkan tidak mungkin), agar dapat menemukan kebaikan atau hal positif yang bisa diambil darinya. Pikiran tidak hanya fokus pada satu cara, tapi pada banyak cara, banyak pilihan, pada tujuan dan manfaat dan pada antisipasi atas resiko. Tidak sekedar menganalisa untuk mematahkan suatu ide.

Panjang lebar sebenarnya tentang teknik berpikir Literal ini, bahkan saya pernah bertemu dengan salah seorang alumnus IIUM di Malaysia yang lulus master di program studi Teaching Thinking. Wuih, Mikir aja pake diajarin..

Ternyata,berfikir juga memrlukan ilmu. dan saya punya ide: bagaimana mengajarkan anak-anak saya cara berpikir, dengan membangun persepsi yang tepat. Saya masih memburu untuk dapat buku De Bono berikutnya, can't wait... hehe. Tenang, nanti disaripatikan dengan sudut pandang Islami., akan saya tulis diblog ini. For my self and my family..

Ide-ide lain juga numpuk, tapi ga punya waktu untuk mengalirkannya di sini.. alasan klise.
Tenang, tunggu tanggal mainnya...

Jom.. semangat!

Senin sore, 26 agt 2013
home sweet home


Thursday, July 4, 2013

Dari Negeri yang Jauh...

Keteladanan dan perjuangan di negeri ini selalu menjadi inspirasi, sejak berabad-abad lalu bahkan sejak dimasa nabi. Akulah sang pengamat yang tersengat, saat setelah ratusan tahun akhirnya negeri ini mulai bergerak, bebas menentukan cita-citanya... Menjadi kebahagiaan bagiku yang tak bisa kusembunyikan, berharap merambah seluruh negeri-negeri Islam.. hingga ke nusantaraku tercinta..
Ya, Revolusi Mesir, babak baru dakwah kita

Setahun berlalu, bahagiaku tak menghasilkan apa-apa untuk dunia. Tapi kini, saat perjuangan mereka tercabik-cabik di negeri mereka sendiri, yang diraih dengan kesabaran dan pengorbanan hampir seabad lamanya, aku tak kuasa.. tak adakah kejernihan yang bisa kita renungi bersama? Apakah semua harus menurut pada apa yang disampaikan media? Bahagiaku menjadi luka yang begitu mendalam...

Sedih ini bukan berarti menyesali, dukaku bukan kuteruskan dengan ratapan.. aku telah menyimak rapat, bahwa kemenangan itu dekat... dan dari negeri yang jauh, aku hanya sekedar menjadi seorang pengamat.. Doa-doa kulantunkan dalam sepi, pedih dan mimpi kubawa sendiri, ceritaku hanya barisan kata yang tak berarti.

Semoga aku sah menjadi salah satu saksi, bahwa perjuangan saudara-saudaraku itu dalam naungan ilahi, jika  keyakinan itu begitu mendalam, cukuplah keteguhan kalian menghibur hati ini..

Daru negeri yang jauh, aku merangkul anak-anakku... berharap dari darah yang mengalir dalam diri mereka ada al Qur'an, seperti pemimpin Mesir yang hafizh, seperti pemimpin ikhwan yang penuh semangat juang...

Wafi, Bina, Yahya.. dan Yasin...
Umi ingin mencatatkan untuk kalian, bahwa negeri Mesir akan dimenangkan. Pemenang bukan tak pernah dikalahkan, pemenang adalah mereka yang tidak menyerah... selamanya..

Kamis, 3 JUli 2013