Halaman

Saturday, May 31, 2014

The Thunder in our Heart...



Rasanya belum lama berlalu, saat abang W dimarahi emak dan bapak dalam balutan seragam SMP nya pada suatu pagi. Hari itu Abang W mendapat 'ceramah' istimewa sebelum berangkat sekolah yang membuat aku dan abang Z menangis menitikkan air mata, tapi abang W tetap tegar, hanya menunduk ke arah piring, sambil tak henti  mengunyah nasi goreng, sarapan kita pagi itu..

Rasanya baru saja kudengarkan, teriakan nyaring emak mengomel dengan nyaring, hingga asbak kayu sebesar lengan sempat melayang dan hampir mengenai wajah abang W, nyaris tentu saja.. abang W baik-baik saja, hanya menyisakan asbak yang tak lagi utuh. Juga teriakan bapak yang marah bukan kepalang, mendengar bacaan Qur'an bang W waktu itu, yang ternyata belum seperti harapan.

Rasanya masih terdengar suara-suara itu,