Halaman

Monday, October 5, 2009

Perjalanan berikutnya..

Setelah menunggu berbulan-bulan kepastian kuliah di Timur tengah tak kunjung datang, suami memutuskan kuliah dengan biaya sendiri ke negeri jiran. Kuliah di negeri jiran itupun harus menunggu aprove sampai 6 bulan, karena pihak pengantar berkasnya terlupa, ya, kami telah resign dari lembaga tempat kami bekerja, pindah rumah, ngontrak, ke rumah orangtua... sampai lewat satu lebaran, akhirnya surat itu (offer letter) datang juga, dan suami, pergi juga. Kami keluarga (saya dan 2 anak) menyusul 2 bulan kemudian dengan perbekalan seadanya. Kondisi seadanya diantaranya terkait dengan visa tinggal kami yang terbatas, sehingga harus pergi ke singapore dulu, tapi alhamdulillah sekarang sudah kelar. 8 bulan kemudian kami menjalani hari-hari di kampung Sungai Chinchin, kampung yang di kelilingi bukit, rasanya seperti di kampung sendiri, malah lebih kampung suasana alamnya, sebab masih bisa melihat monyet, burung gagak, bangau dan babi hutan sesekali, tak menyadari bahwa dengan berkendaraan 20 menit kita bisa menyaksikan menara kembar yang terkenal itu, kampung yang berada di kota Kuala lumpur.
Kini, tepatnya pagi tadi, suami mendapat kabar yang ditunggu-tunggu sejak 2 bulan lalu, kepastian jadi tidaknya berangkat ke Arab Saudi untuk kuliah 2 semester. Ternyata jadi. Doanya Ramadhan lalu memang minta supaya bisa menjalankan rukun islam yang kelima, haji, mungkin ini jawaban Allah.
Bagiku? Aku pasrah, paling agak bingung mikirin sekolah anak-anak. Kami harus pulang minggu depan, di sini tahun ajaran mulai bulan januari, di Indonesia Juli, nggak bisa pas. Tapi, semua ini jalani aja dulu.. Indonesia, Malaysia, Timur tengah dan seluruh penjuru dunia... kami datang....